Archive for June, 2008
Kepergianmu
Kau telah pergi
Dalam remang cahaya senja
Kuraih tanganmu disini
Tapi tak bisa kucapai
Semakin menjauhiku
Yang tersisa hanyalah bayang-bayangmu
Kemudian kusadari engkau telah hilang ditelan malam
Aku telah salah mengerti
Kini kusendiri
Di saat terbenam sepi,
Dingin menggigil seolah merontokkan gigiku
Tiada yang menemani malam ini
Haruskah kulalui waktu sepi yang tersisa ini
Cinta sejati hanya dalam mimpi
Rasa ini membuat hatiku terkoyak
Rasa hancurkan harapku
Tiada keceriaan lagi
Seluas pandangan hanyalah hampa
Disini akhirnya sendiri
Berharap akan adanya cinta
Apakah mungkin kutemukan kembali
Bayang-bayangmu semakin jauh
Kepergianmu menorehkan luka yang dalam
Tapi kucoba tulus menerima
Takdir yang tiada terelakkan
Adakah sesal kita bertemu?
Hanya dirimu yang bisa menjawab
Hanya engkau yang bisa ceritakan sebagai bingkisan kalbu.
Perpisahan
Tak pernah kubayangkan
Terjadinya perpisahan ini
Rasa cinta menjadi hampa
Seperti hambarnya sayur dalam mangkok
Kisah yang telah ditoreh dalam catatan tepi
Hilang dengan seketika
Laksana menguapnya es di padang pasir
Tak kurelakan hati ini terpaut
Tapi kenyataan tak terelakkan
Hati tetaplah merapuh
Luka telah menusuk tajam di hati
Tertoreh pada daun yang mengering
Saat matahari menuju ufuk senja
Tak pernah ada alasan
Mengapa Engkau jadi berpaling
Melupakan segala kenangan indah
Menukar emas kenikmatannya
Mengganti dengan pecahan kaca
Yang mungkin hanya semu semata

Recent Comments