Lupakan Cinta

April 11, 2008 at 4:35 am Leave a comment

Dua sejoli berpasangan berjalan di pematang sawah
Bergandengan tangan
Berpelukan
Berpandangan
Dunia serasa milik berdua
Aura berwarna merah muda

Saat waktunya sampai
Saat mata tertuju dalam kasih pandang mata
Pikiran melupakan kenangan
Arti cinta di review kembali
Benarkah ada cinta pertama dulu
Pikiran pun mengadu domba

Detik demi detik berlalu
Yang ada hanyalah nafsu
Jangankan cinta, sayang pun tak kan berarti
Yang ada hanya kepuasan…….
Lupakan cinta dan kasih sayang…
Karena memang mungkin tidak berarti

Entry filed under: Puisi. Tags: .

Sendiri Di Ngarai ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Catatan sastra pinggiran, hanya tulisan untuk mengungkapkan pikiran-pikiran sehingga pikiran tidak menerawang jauh, jauh dari pikiran rumit dan bisa berpikir sederhana seperti air yang mengalir secara alami. Pikiran ibarat seekor kera yang sering melompat kesana kemari, selalu bergerak, untuk itu perlu kesungguhan dalam berpikir agar selalu fokus, sehingga dengan kemampuan daya nalar yang ada, pikiran bisa mencari solusi atas segala masalah kehidupan, walau terkadang masalah janganlah selalu dipikirkan

Categories

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Catatan sastra pinggiran, hanya tulisan untuk mengungkapkan pikiran-pikiran sehingga pikiran tidak menerawang jauh, jauh dari pikiran rumit dan bisa berpikir sederhana seperti air yang mengalir secara alami.

Flickr Photos

Madeira - northwest coast

More Photos

%d bloggers like this: