Di Ngarai ini

April 15, 2008 at 4:43 am Leave a comment

Karang yang menjualang disini
Pohon sawo yang tinggi
Dinding terjal bukit tinggi
Di kejauhan jam gadang berdentang
Mengingatkan akan waktu

Aku Berdiri disini
Ngarai Sianok yang memendam kerinduan
Angin semilir
Aliran air ngarai melewati batu
Mengalirkan kesejukan abadi

Hari ini seperti yang kunanti
Kerinduan alam telah menanti
Hamparan bukit seperti tak mampu bersuara
Tak bercerita keasriannya
Kekaguman pada sang pencipta
Alam nan indah permai
Di Ngarai ini kusimpan kenanganku pada alam

Entry filed under: Puisi. Tags: , , .

Lupakan Cinta Karena Engkau Tak Datang……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Catatan sastra pinggiran, hanya tulisan untuk mengungkapkan pikiran-pikiran sehingga pikiran tidak menerawang jauh, jauh dari pikiran rumit dan bisa berpikir sederhana seperti air yang mengalir secara alami. Pikiran ibarat seekor kera yang sering melompat kesana kemari, selalu bergerak, untuk itu perlu kesungguhan dalam berpikir agar selalu fokus, sehingga dengan kemampuan daya nalar yang ada, pikiran bisa mencari solusi atas segala masalah kehidupan, walau terkadang masalah janganlah selalu dipikirkan

Categories

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Catatan sastra pinggiran, hanya tulisan untuk mengungkapkan pikiran-pikiran sehingga pikiran tidak menerawang jauh, jauh dari pikiran rumit dan bisa berpikir sederhana seperti air yang mengalir secara alami.

Flickr Photos

Madeira - northwest coast

More Photos

%d bloggers like this: