Perpisahan

June 5, 2008 at 7:02 am 2 comments

Tak pernah kubayangkan
Terjadinya perpisahan ini
Rasa cinta menjadi hampa
Seperti hambarnya sayur dalam mangkok

Kisah yang telah ditoreh dalam catatan tepi
Hilang dengan seketika
Laksana menguapnya es di padang pasir
Tak kurelakan hati ini terpaut
Tapi kenyataan tak terelakkan
Hati tetaplah merapuh
Luka telah menusuk tajam di hati
Tertoreh pada daun yang mengering
Saat matahari menuju ufuk senja

Tak pernah ada alasan
Mengapa Engkau jadi berpaling
Melupakan segala kenangan indah
Menukar emas kenikmatannya
Mengganti dengan pecahan kaca
Yang mungkin hanya semu semata

Entry filed under: Puisi. Tags: .

Jalan dunia di akhir batas Kepergianmu

2 Comments Add your own

  • 1. Titian  |  June 7, 2008 at 7:37 am

    Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhrnya,maka menngapa mesti ingin memiliki dan ingin selalu bersama,sedang memberi akan lebih menuai arti,_
    Jikalah derita akan menjadi masalalum pada akhirnya maka mengapa mesti menjalani dengan sepedih rasa, sedang KETEGARAN akan lebih indah dikenang nanti._

    Reply
  • 2. Wayan Budi  |  June 13, 2008 at 7:41 am

    Cinta memang tak harus memiliki, tapi alangkah indahnya bisa memiliki…
    Tak disadari sebenarnya hidup ini memberikan kita ruang untuk bahagia, sedih, menderita, dan akhirnya mati… suatu pilihan yang tak terhindarkan dari kehidupan manusia..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Catatan sastra pinggiran, hanya tulisan untuk mengungkapkan pikiran-pikiran sehingga pikiran tidak menerawang jauh, jauh dari pikiran rumit dan bisa berpikir sederhana seperti air yang mengalir secara alami. Pikiran ibarat seekor kera yang sering melompat kesana kemari, selalu bergerak, untuk itu perlu kesungguhan dalam berpikir agar selalu fokus, sehingga dengan kemampuan daya nalar yang ada, pikiran bisa mencari solusi atas segala masalah kehidupan, walau terkadang masalah janganlah selalu dipikirkan

Categories

June 2008
M T W T F S S
« May   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Catatan sastra pinggiran, hanya tulisan untuk mengungkapkan pikiran-pikiran sehingga pikiran tidak menerawang jauh, jauh dari pikiran rumit dan bisa berpikir sederhana seperti air yang mengalir secara alami.

Flickr Photos

Madeira - northwest coast

More Photos

%d bloggers like this: