Cerita Napak Tilas

January 21, 2009 at 4:16 am Leave a comment

Napak tilasku telah kujajal
Dasar dari goresan lontar tua
Yang telah aku semayamkan 7 tahun terakhir ini
Wasiat dari Mbah yang beruban
Hampir telupa oleh jerat waktu
Kulakoni setiap malam dalam angin dingin di bukit ini
Sampai fajar menyeruak di balik dinding awan

Aku menapak tilas kehidupan Mbah di masa lalu
Menciumi kaki Pujangga meminta petunjuk
Dalam mantra-mantra dan upawasa
Setelahnya sinar silau menghampiri dinujumku
Bercerita tentang wayang-wayang
Menjadi tutur dalam rangkaian kata
Bertajuk pada lelakon kehidupan

Separuh lontar telah kususun
Air mata membasahi pipiku
Telah membasahi jiwa-jiwa yang pernah hampa
Dari kenangan hidup di masa lampau
Memberi nafas pada kehidupanku sekarang
Hasil karma masa lalu
Menaburi setetes waktu pada jalan hidup ini.

Entry filed under: Puisi. Tags: .

Ke Kotamu aku kembali Kapankah ada jawabnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Catatan sastra pinggiran, hanya tulisan untuk mengungkapkan pikiran-pikiran sehingga pikiran tidak menerawang jauh, jauh dari pikiran rumit dan bisa berpikir sederhana seperti air yang mengalir secara alami. Pikiran ibarat seekor kera yang sering melompat kesana kemari, selalu bergerak, untuk itu perlu kesungguhan dalam berpikir agar selalu fokus, sehingga dengan kemampuan daya nalar yang ada, pikiran bisa mencari solusi atas segala masalah kehidupan, walau terkadang masalah janganlah selalu dipikirkan

Categories

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Catatan sastra pinggiran, hanya tulisan untuk mengungkapkan pikiran-pikiran sehingga pikiran tidak menerawang jauh, jauh dari pikiran rumit dan bisa berpikir sederhana seperti air yang mengalir secara alami.

Flickr Photos

Madeira - northwest coast

More Photos

%d bloggers like this: