Penantian Cikole

March 11, 2016 at 5:49 am Leave a comment

Dinginnya Angin di malam ini
Membawanya kedalam dunia hayalan
Berjuang menggapai mimpi dan harapan
Untuk menyampaikan kata puisi di Cikole
Ingin rasanya mempercepat pusaran waktu
Agar bisa segera memandang wajahnya yg disaksikan bintang-bintang
Dan Berdua berjalan menyisir deretan pohon pinus.
Bercumbu dalam gelak tawa dan canda
Menghilangkan nestapa dan dahaga yg panjang..

Gejolak jiwanya yang terbakar asmara
Hendak menebus kerinduan pada seseorang
Dia begitu terpesona membawa raganya memeluk bunga
Tak terasa air mata bahagia seperti menyapu hujan
Menjawab kerinduan akan seseorang yang nyata
Menata hati pada indahnya jalan setapak perbukitan
Langkahkan kaki kedepan mengejar impian
Sambil Menyusuri bunga bunga mekar disisi sungai
Mengungkapkan Hati dengan nada merdu..

Malam panjang dan berganti datangnya pagi
Matahari meninggi menghapus embun ditanah yg kering
Mencabut kesendirian dengan cerita cinta
Berdua berjalan begitu indah mengugah rasa
Menyentuh jiwa seperti selalu dalam peluknya.
Sejuta cahaya singkirkan keraguan hati
Siang nanti di cikole selalu berdua mengikat kasih..
Berteduh dibawah pohon pinus sambil menata hati.
Selamat meraih suka di alam Cikole
Bersandar diteduhnya bahu yang diimpikan..

#Bekasi 7 maret 16, inspirasi dari chat cikole..

Entry filed under: Puisi. Tags: .

Kerinduan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Catatan sastra pinggiran, hanya tulisan untuk mengungkapkan pikiran-pikiran sehingga pikiran tidak menerawang jauh, jauh dari pikiran rumit dan bisa berpikir sederhana seperti air yang mengalir secara alami. Pikiran ibarat seekor kera yang sering melompat kesana kemari, selalu bergerak, untuk itu perlu kesungguhan dalam berpikir agar selalu fokus, sehingga dengan kemampuan daya nalar yang ada, pikiran bisa mencari solusi atas segala masalah kehidupan, walau terkadang masalah janganlah selalu dipikirkan

Categories

March 2016
M T W T F S S
« May    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Catatan sastra pinggiran, hanya tulisan untuk mengungkapkan pikiran-pikiran sehingga pikiran tidak menerawang jauh, jauh dari pikiran rumit dan bisa berpikir sederhana seperti air yang mengalir secara alami.

Flickr Photos

Madeira - northwest coast

More Photos

%d bloggers like this: